Cinta Monumental Itu,Ibuku

11 May 2014

Siapa yang meragukan cinta dan kasih sayang seorang Ibu?
Setiap orang, siapapun dia, saya yakin, akan selalu berusaha untuk membuat bahagia kedua orang tuanya, utamanya Ibu.
Ibu lah yang mengandung kita selama sembilan bulan sepuluh hari, Beliau menjaga agar kandungannya tetap sehat, mengusahakan berbagai hal agar selamat dan sukses serta sehat, ketika melahirkan kita ke dunia ini.

49a1b411ab20d889977c14992120cbce_download-with-ibo

Saya dan Almarhumah Ibunda tercinta

Tiada pernah cukup kata kata maupun kalimat yang melambangkan kemuliaan seorang Ibu bagi saya.
Ibu adalah penyejuk disaat hati resah.
Ibu adalah penyemangat ketika saya terpuruk.
Ibu pula yang selalu hadir pada saat saya butuh seseorang untuk mendengarkan dan bersandar.
Keberadaan Ibu yang selalu menyemangati ketika saya terdeteksi kanker, sungguh membuat saya benar benar menjadi kuat dan mampu menerima dan menghadapi cobaan ini.

” Nak, siapapun bisa terkena kanker, namun bagi Ibu , kamu sangat istimewa, karena Ibu tahu, Tuhan telah memilihmu untuk menghadapi kanker ini dengan sabar dan besar hati” kata kata Ibu inilah yang membuat saya sadar, betapa saya tak menghadapi semuanya ini sendiri.
Akan selalu ada Ibu yang setia mendampingi kapanpun dengan segala kesabaran yang tercurah penuh kasih sayang tak terperi.
Walau saya tahu, betapa hancur dan sedih hatinya ketika menemukan kenyataan bahwa saya terdeteksi kanker , kalau bisa , tentu saja Beliau ingin menggantikan posisi saya.
Betapa sungguh tiada tara besarnya cinta seorang Ibu.
Yang selalu medukung dan memberikan semangat agar saya terus dan terus berikhtiar tanpa kenal lelah, walau saya akui cobaan ini sungguh berat.
Lagi lagi, Ibu lah yang selalu mendoakan agar saya segera bisa “sembuh” dan si kanker busuk ini segera hengkang dari tubuh dan kehidupan saya selamanya.

Saya teringat akan firman Allah swt dalam surah Ar-rahman: ” Nikmat apa lagi yang kau dustakan?”
Saya menyadari, hidup tak selalu memberikan apa yang kita inginkan, namun Allah swt lebih tahu, apa yang kita butuhkan.
Hal inilah yang kerap Ibuku ucapkan padaku, ketika serangan si kanker ini mendera.
Benar sekali……
Allah swt yang paling tahu dan memberikan segala apa yang kita butuhkan.
Apa lagi yang saya butuhkan?
Selain perhatian, kasih sayang dan dorongan penuh semangat dari seorang Ibu semulia Ibunda tersayang?
Segalanya Ibu lakukan demi anaknya, walaupun saya sudah mulai menua karena usia senja dan sudah bermenantu, namun tetap saja….saya adalah seorang anak.
Belum ada yang bisa saya lakukan untuk membahagiakan Ibu selama Beliau masih hidup.
Tak banyak hal yang dapat saya lakukan, karena kami tinggal berjauhan.
Karena si kanker busuk ini sangat membatasi gerak langkah saya untuk bisa lebih sering berkunjung ke rumah Beliau.
Hanya doa yang sering saya pintakan pada Allah swt, agar Beliau selalu dipelihara dan diberkahi dalam setiap detik kehidupannya.

Setahun lebih satu bulan sudah berlalu, sejak Ibunda tersayang meninggalkan kami semua, untuk menghadap pada Sang Maha Pemberi Kehidupan.
Tiada hari tanpa rasa kehilangan dan kerinduan pada Ibu.
Bagi saya cinta yang paling monumental dalam hidup ini adalah cinta seorang Ibu.
Seseorang yang begitu mencintai anak anaknya, seseorang yang begitu besar rasa kasih sayang dan kepeduliannya , tidak hanya pada keluarga, namun juga pada orang lain ( tetangga, kerabat dan anak anak yatimnya), kami semua kehilangan sosok monumental yang penuh cinta.
Semoga Beliau khusnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah swt, aamiin ya R0bbal al aamiin…..

dc5daa19c54abd511696875c45ab866c_lomba-blog-cinta-monumental

“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS


TAGS cinta monumental lomba cinta monumental Ibuku adalah cinta monumental itu


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post